Meja bundar - Puri Indah...8 November 2007
Apa yang harus kita lakukan ketika hati tidak ikut hadir di dalam nyata..padahal aku hidup dari hati. Aku menantinya berbicara, lugas dalam penuturannya, jujur dalam pengartiannya. Apakah materi dapat menjawab segala pertanyaan dari rasa penasaranku terhadap dunia yang kucintai ini dengan hati ?..yah..lagi-lagi hati. Benar adanya, aku mencintai ’dunia ini’ dengan hati. Bersyukur aku masih mencintainya dengan hati. Dan jika diizinkan, aku akan mencintai ’dunia ini’ seumur hidupku, Insya Allah. Maka, ketika hati tidak bisa berbicara banyak karena tidak tau apakah dimengerti atau bahkan diizinkan untuk mengerti, aku namakan ini sindrom ’kejut di hati’. Sebuah kejutan kecil di hati dengan bungkaman dan paksaaan untuk berbalik arah..sungguh sebuah ’pemerkosaann’ hati...
Xxxxxxxx
Semoga hati ini tetap dilindungi...
Dan materi pun mengalah pada hati..
Materi pun membungkam mulutnya untuk tunduk dan patuh.
Mengikuti hati..kemanapun dia pergi..
Dan...materi pun telah memiliki hati..
Hingga membesar..
Membesar,,
Dan membesar...
Semoga…
*Hatiku bernama arsitektur // kejut di hati.. //
31 Januari 2010
What feelings..?
20 Oktober2007...03.56 dini hari.kamar ungu.tak bisa tidur.
Aku punya rasa..
itu pasti..
what feelings?..
how this feeling?..
itu yang aku tak tau..
Apa yang aku rasain sekarang ini apakah akan berlangsung ke depannya?..ato hanya bersifat sementara..sebuah anomali hati..
Perasaan cinta itu bulat sempurna..aku tidak tau persis apa sekarang aku sedang mengalami bulat sempurna atau tidak, atau belum, atau bahkan sudah..sudah berlangsung dalam batas waktu yang lalu..
Kenapa aku begitu menginginkan bulat, dan ketika aku mendapatkan bulat..aku menjadi tidak seyakin detik-detik sebelum ’membulat’? Apa yang belum aku dapetin..apa sebenarnya yang aku cari..
Aku tidak berada di dalam gua ’nyaman’..sebentar bulat penuh, sebentar setengah bulat, sebentar..sebentar..huuuuuuffff
Sebuah kepastian..?
Kepastian..berasal dari kata dasar Pasti dengan imbuhan ke- dan akhiran –an..yang artinya ’menjadi pasti’..merupakan kata sifat. Ironisnya..sifat itu tidak terlihat mata, tidak nyata..darimana kita tahu bahwa pasti itu kekal adanya..darimana?
Apa aku ternyata bukan wanita yang membutuhkan itu..padahal aku yakin aku pasti butuh..dan aku butuh pasti..sedari aku memulai ini semua, aku membutuhkan kepastian. Selama ini aku menunggu..apa mungkin persepsi dari bulat sempurna tidak sedalam apa yang aku rasakan?
Padahal aku merasa udah sampai pada titik terdalam, namun pada saat aku berada di titik terdalam, aku belum menemukan arti bulat sempurna dari persepsi dirinya..padahal aku telah membawakannya sebentuk bulat sempurna..yang dari dulu aku yakini..
Takut..?
I feel i completed..aku punya dia..dengan sgala kesempurnaannya..ga ada konflik yang nyata..smua hanya berkecamuk di dalam..bukan api cemburu, bukan terburu nafsu, bukan perbedaan keyakinan, bukan ketidakpercayaan..kita hanya punya rasa percaya, rasa keterikatan, rasa memiliki, and i know..i know..i really know..im complete!!totally complete! but what....takut?
Kenapa harus takut ketika ini semua menjadi utuh?
Kenapa ini sempat datang sih? Terlintas pun tidak,, aku ga pernah terlintas sedikitpun bahwa reaksiku tidak seperti semestinya..ketika aku mendapatkan bulat sempurna..i dont fit..i don feel im in..why?
Bukankah ini yang aku mau? Bukankah ini jawaban dari pertanyan-pertanyaanku dari kemarin?..
Memang aku bakso loncat,,dipegang loncat kanan, dipegang kanan, locat kiri..susah dipegangnya..
Hati aku udah mantap dari dulu..tingal menunggu hatinya,konfliknya..
Ketika dia dapat memberikan hatinya dan membuang sgala konfliknya untuk aku..aku kembali menjelma menjadi bakso loncat..dasar manusia sombong!!!masih saja mengangkat kepalanya berjalan di atas bumi...
xxxxxx
Bunda..
Kalau aku tidak lagi mangangkat dagu..
Kalau aku tidak lagi berkepala batu..
Apakah langitku akan memuja hatiku?
Bunda..
Kalau aku tidak lagi memuja langitku..
Kalau aku tidak lagi mempertahankan hati dalam rumah pemujaannya..
Apakah langitku akan tetap membatu?
Apakah langitku akan kehilangan manusia pemujanya?
Lalu langitku bisa apa bunda?
Mencariku?
Mengejarku?
Bertekuk lutut untukku?
Seperti sembah sujudku selama ini?
Sekarang langit telah menyatu, membaur, meruntuhkan kerajaan angkuhnya, merengkuh hati pemujanya dengan penuh kerendahan hati dan kesempurnaannya..bahkan rela bersembah sujud untukku..pemujanya..seorang manusia kecil yang menantikan momen ini spanjang hidupnya..but what?..takut?
Takut dengan kerendahan hatinya ? takut dengan kesempurnaannya?
Lagi-lagi aku mungkin harus bilang..
Bunda..
Kalau langit mencariku..
Bilang aku sedang tertidur sejenak
Untuk mencari hangatnya malam..
Dan tenangnya gulita..
Humpfhhhhh...ternyata mungkin aku yang belum siap dengan kepastian..belum siap dengan ikatan yang lebih..
Biarkan aku tertidur lagi mencari arti dari kehangatan malam yang ditawarkan langitku...
Aku tetap memujamu..aku tetap menusia kecil yang memandangmu..
Mungkin aku butuh masa yang bertemu dengan rasa..
and i know, we’ll get that moment..
ketika rasa bergumul dengan masa..
ketika itulah cinta menjadi bulat sempurna...
Smoga..
Semoga....
Aku punya rasa..
itu pasti..
what feelings?..
how this feeling?..
itu yang aku tak tau..
Apa yang aku rasain sekarang ini apakah akan berlangsung ke depannya?..ato hanya bersifat sementara..sebuah anomali hati..
Perasaan cinta itu bulat sempurna..aku tidak tau persis apa sekarang aku sedang mengalami bulat sempurna atau tidak, atau belum, atau bahkan sudah..sudah berlangsung dalam batas waktu yang lalu..
Kenapa aku begitu menginginkan bulat, dan ketika aku mendapatkan bulat..aku menjadi tidak seyakin detik-detik sebelum ’membulat’? Apa yang belum aku dapetin..apa sebenarnya yang aku cari..
Aku tidak berada di dalam gua ’nyaman’..sebentar bulat penuh, sebentar setengah bulat, sebentar..sebentar..huuuuuuffff
Sebuah kepastian..?
Kepastian..berasal dari kata dasar Pasti dengan imbuhan ke- dan akhiran –an..yang artinya ’menjadi pasti’..merupakan kata sifat. Ironisnya..sifat itu tidak terlihat mata, tidak nyata..darimana kita tahu bahwa pasti itu kekal adanya..darimana?
Apa aku ternyata bukan wanita yang membutuhkan itu..padahal aku yakin aku pasti butuh..dan aku butuh pasti..sedari aku memulai ini semua, aku membutuhkan kepastian. Selama ini aku menunggu..apa mungkin persepsi dari bulat sempurna tidak sedalam apa yang aku rasakan?
Padahal aku merasa udah sampai pada titik terdalam, namun pada saat aku berada di titik terdalam, aku belum menemukan arti bulat sempurna dari persepsi dirinya..padahal aku telah membawakannya sebentuk bulat sempurna..yang dari dulu aku yakini..
Takut..?
I feel i completed..aku punya dia..dengan sgala kesempurnaannya..ga ada konflik yang nyata..smua hanya berkecamuk di dalam..bukan api cemburu, bukan terburu nafsu, bukan perbedaan keyakinan, bukan ketidakpercayaan..kita hanya punya rasa percaya, rasa keterikatan, rasa memiliki, and i know..i know..i really know..im complete!!totally complete! but what....takut?
Kenapa harus takut ketika ini semua menjadi utuh?
Kenapa ini sempat datang sih? Terlintas pun tidak,, aku ga pernah terlintas sedikitpun bahwa reaksiku tidak seperti semestinya..ketika aku mendapatkan bulat sempurna..i dont fit..i don feel im in..why?
Bukankah ini yang aku mau? Bukankah ini jawaban dari pertanyan-pertanyaanku dari kemarin?..
Memang aku bakso loncat,,dipegang loncat kanan, dipegang kanan, locat kiri..susah dipegangnya..
Hati aku udah mantap dari dulu..tingal menunggu hatinya,konfliknya..
Ketika dia dapat memberikan hatinya dan membuang sgala konfliknya untuk aku..aku kembali menjelma menjadi bakso loncat..dasar manusia sombong!!!masih saja mengangkat kepalanya berjalan di atas bumi...
xxxxxx
Bunda..
Kalau aku tidak lagi mangangkat dagu..
Kalau aku tidak lagi berkepala batu..
Apakah langitku akan memuja hatiku?
Bunda..
Kalau aku tidak lagi memuja langitku..
Kalau aku tidak lagi mempertahankan hati dalam rumah pemujaannya..
Apakah langitku akan tetap membatu?
Apakah langitku akan kehilangan manusia pemujanya?
Lalu langitku bisa apa bunda?
Mencariku?
Mengejarku?
Bertekuk lutut untukku?
Seperti sembah sujudku selama ini?
Sekarang langit telah menyatu, membaur, meruntuhkan kerajaan angkuhnya, merengkuh hati pemujanya dengan penuh kerendahan hati dan kesempurnaannya..bahkan rela bersembah sujud untukku..pemujanya..seorang manusia kecil yang menantikan momen ini spanjang hidupnya..but what?..takut?
Takut dengan kerendahan hatinya ? takut dengan kesempurnaannya?
Lagi-lagi aku mungkin harus bilang..
Bunda..
Kalau langit mencariku..
Bilang aku sedang tertidur sejenak
Untuk mencari hangatnya malam..
Dan tenangnya gulita..
Humpfhhhhh...ternyata mungkin aku yang belum siap dengan kepastian..belum siap dengan ikatan yang lebih..
Biarkan aku tertidur lagi mencari arti dari kehangatan malam yang ditawarkan langitku...
Aku tetap memujamu..aku tetap menusia kecil yang memandangmu..
Mungkin aku butuh masa yang bertemu dengan rasa..
and i know, we’ll get that moment..
ketika rasa bergumul dengan masa..
ketika itulah cinta menjadi bulat sempurna...
Smoga..
Semoga....
Apa Salahnya menjadi Sempurna.
Apa salahnya menjadi sempurna?
Apa salahnya menjadi manusia biasa yang mencinta dengan caranya sendiri?
Manusia memang sombong...
Manusia memang banyak menuntut keadilan..
Sehingga lupa dengan ikhlas..
Setiap manusia berbeda,,karakter yang mengagumkan..
Saling mengagumkan satu dengan lainnya..
Untuk itu mereka diciptakan,
Tapi untuk itu mereka saling menyayangi,
Untuk itu mereka saling melengkapi,
Bahkan untuk itu pula mereka saling membenci..
Malam ini, langitku marah lagi bunda..
Dia bilang aku sebagai manusia telah sombong..
Berjalan dengan angkuh
Dagu terangkat
Kepala batu
Tekad baja..
Tapi hati aku masih seperti ini bunda..
Hati ikhlas pemujaan terhadap langit malam..
Lalu siapa yang sebenarnya sombong?
Apakah langit memang terlalu sempurna
Untuk aku bandingkan?
Apakah langit memang terlalu megah
Untuk mendengar peluhku?
Apakah langit memang hanya bisa dipuja..
Tanpa harus kita harap memuja..
Langitku..
Untuk malam ini saja..
Tolong tidurkan kerajaan angkuhmu..
Agar aku tidak lagi menjadi manusia sombong
Yang mengangkat dagunya..
Yang batu kepalanya..
Yang mempertahankan hati demi pemujaannya..
Langitku..
Berdamai dengan hati..
Hanya itu bekal pemujaanku padamu..
Agar malam yang hangat tetap hangat
Malam yang tenang tetap tenang..
Tapi hati tenang tidak bisa tetap tenang..
Bunda..
Kalau aku tidak lagi mangangkat dagu..
Kalau aku tidak lagi berkepala batu..
Apakah langitku akan memuja hatiku?
Bunda..
Kalau aku tidak lagi memuja langitku..
Kalau aku tidak lagi mempertahankan hati dalam rumah pemujaannya..
Apakah langitku akan tetap membatu?
Apakah langitku akan kehilangan manusia pemujanya?
Lalu langitku bisa apa bunda?
Mencariku?
Mengejarku?
Bertekuk lutut untukku?
Seperti sembah sujudku selama ini?
Itu namanya misteri malam bunda..
Bahkan bintang dan bulan-pun
Tidak lagi mengerti..
Ketika langit siang meninggalkan langit malam
Karena mereka hanya sebagai penghias
Ruang kosongku dengan langitku..
Bunda..
Kalau langit mencariku..
Bilang aku sedang tertidur sejenak
Untuk mencari hangatnya malam..
Dan tenangnya gulita..
Apa salahnya menjadi manusia biasa yang mencinta dengan caranya sendiri?
Manusia memang sombong...
Manusia memang banyak menuntut keadilan..
Sehingga lupa dengan ikhlas..
Setiap manusia berbeda,,karakter yang mengagumkan..
Saling mengagumkan satu dengan lainnya..
Untuk itu mereka diciptakan,
Tapi untuk itu mereka saling menyayangi,
Untuk itu mereka saling melengkapi,
Bahkan untuk itu pula mereka saling membenci..
Malam ini, langitku marah lagi bunda..
Dia bilang aku sebagai manusia telah sombong..
Berjalan dengan angkuh
Dagu terangkat
Kepala batu
Tekad baja..
Tapi hati aku masih seperti ini bunda..
Hati ikhlas pemujaan terhadap langit malam..
Lalu siapa yang sebenarnya sombong?
Apakah langit memang terlalu sempurna
Untuk aku bandingkan?
Apakah langit memang terlalu megah
Untuk mendengar peluhku?
Apakah langit memang hanya bisa dipuja..
Tanpa harus kita harap memuja..
Langitku..
Untuk malam ini saja..
Tolong tidurkan kerajaan angkuhmu..
Agar aku tidak lagi menjadi manusia sombong
Yang mengangkat dagunya..
Yang batu kepalanya..
Yang mempertahankan hati demi pemujaannya..
Langitku..
Berdamai dengan hati..
Hanya itu bekal pemujaanku padamu..
Agar malam yang hangat tetap hangat
Malam yang tenang tetap tenang..
Tapi hati tenang tidak bisa tetap tenang..
Bunda..
Kalau aku tidak lagi mangangkat dagu..
Kalau aku tidak lagi berkepala batu..
Apakah langitku akan memuja hatiku?
Bunda..
Kalau aku tidak lagi memuja langitku..
Kalau aku tidak lagi mempertahankan hati dalam rumah pemujaannya..
Apakah langitku akan tetap membatu?
Apakah langitku akan kehilangan manusia pemujanya?
Lalu langitku bisa apa bunda?
Mencariku?
Mengejarku?
Bertekuk lutut untukku?
Seperti sembah sujudku selama ini?
Itu namanya misteri malam bunda..
Bahkan bintang dan bulan-pun
Tidak lagi mengerti..
Ketika langit siang meninggalkan langit malam
Karena mereka hanya sebagai penghias
Ruang kosongku dengan langitku..
Bunda..
Kalau langit mencariku..
Bilang aku sedang tertidur sejenak
Untuk mencari hangatnya malam..
Dan tenangnya gulita..
Langganan:
Postingan (Atom)